Aku Kembali Demi AirPod

Seperti akhir pekan biasa nya, aku menggunakan libur sabtu minggu untuk pulang kampung, kebetulan juga sedang ada keperluan disana, awalnya aku hendak pulang pagi sabtu, namun karena bangun kesiangan akhirnya aku baru berangkat jam 10 siang, apalagi barang-barang belum kupersiapkan, seperti baju-baju adik dan barang dagangannya yaitu AirPod.

Setelah menyiapkan barang-barang, aku pun berangkat, saat itu ada semacam feeling ada yg tertinggal, perasaan seperti ini memang sering kali kualami, namun kali itu kuabaikan, aku yakin saja tidak ada yg tertinggal.

Sesampai di Saree kabupaten Aceh Besar, aku mampir di sebuah kedai kopi untuk istirahat, kedai langganan yg menjadi tempat singgah mobil-mobil dari Banda Aceh atau sebaliknya. Saat memarkir motor aku pun membuka jok motor dan menemukan kalau AirPod pesanan adikku tidak ada, aku pun berpikir mungkin ada didalam ransel.

Saat berada didalam kedai aku langsung memesan mie Aceh dan teh panas, sambil mengecek isi tas, namun barang tersebut tidak juga ada, apa jangan-jangan tertinggal? Pikirku, aku masih berharap barang itu terselip didalam baju, namun tetap tidak kutemukan, aku pun mengirim pesan kekampung dan menelpon orang rumah namun tidak diangkat.

Aku mulai berpikir bagaimana jika AirPod pesanan orang itu sudah dibayar, namun aku tidak membawanya pulang, lagi pula minggu depan aku belum tentu pulang kampung, akhirnya aku memutuskan untuk balik ke Banda Aceh yg memakan waktu 1,5 jam, aku sudah membayangkan perjalanan kali ini pasti melelahkan.

Karena tidak ada jawaban dari kampung akhirnya aku pun balik ke Banda Aceh, padahal jarak kekampung tinggal dua jam lagi, benar-benar gila pikirku.

Tiba di kontrakan benar saja AirPod tersebut tergeletak di meja dekat pintu keluar, aku lupa memasukkan nya kedalam jok motor, setelah beristirahat 30 menit aku pun tancap gas dan baru tiba pukul 9.30 malam dari yg seharusnya pukul 2.30 siang.

Di kampung aku disambut dgn rasa heran, kenapa aku mau kembali ke Banda Aceh untuk mengambil AirPod. Aku berpikir bodoh nya aku kembali ke Banda Aceh hanya untuk headset tersebut, lagi pula uangnya baru dibayar saat barang nya ada, entahlah akhir-akhir ini pikiranku sering tidak jalan.

Berikan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s